Assalamu'alaikum Wr Wb..
Minna....
Ko..ni..chi..wa...!!👋👋
Hehehe..
Nongol lagi nih saya nya..!!😄 Eits.. Jangan bosen dulu ya buat main kesini..!
Coz, for this post nih... Mimin mau ngejelasin lagi tentang teori akuntansi
yang udah mimin jabarkan lumayan panjang kali lebar di post-post sebelumnya.😲
Dan sekarang bisa dibaca donk judul diatas..?? Yups... post kali ini bakal
mimin isi tentang Perekayasaan Pelaporan Keuangan.
Just
for info.. di buku Teori Akuntansi ini, akuntansi didefinisikan sebagai
teknologi sehingga teori akuntansi disini dimaknai sama dengan penalaran logis.
Dan dengan itu, penulis buku ini mendefinisikan akuntansi sebagai seperangkat
pengetahuan yang mempelajari perekayasaan penyediaan jasa secara
nasional berupa informasi keuangan kuantitatif dan cara penyampaian informasi
tersebut kepada pihak yang berkepentingan guna pengambilan keputusan ekonomik.
Nah pengetahuan perekayasaan inilah yang nantinya mewujudkan dirinya dalam
bentuk mekansme pelaporan keuangan.
Selain
itu, dalam definisi diatas disebutkan tentang keputusan ekonomik. Adapun
keputusan ekonomik negara adalah alokasi sumber daya ekonomik secara efektif
dan efisien untuk mencapai kemukmuran masyarakat yang optimal. Dan untuk itulah
pelaporan keuangan nasional harus direkayasa agar tercipta adanya pengendalian
SD secara automatis. Dalam pelaporan keuangan itu sendiri, pengendalian
semacam itu dicapai dengan penetapan sebuah pedoman yang disebut dengan PABU
(prinsip akuntansi berterima umum).
PROSES PEREKAYASAAN
Sebelumnya..
pelaporan keuangan merupakan struktur dan proses akuntansi yang digambarkan
didalamnya, bagaimana informasi keuangan disediakan dan dilaporkan agar dapat
mencapai tujuan ekonomi dan sosial negara.
Struktur yang dimaksud diatas adalah unsur-unsur yang terlibat dan
terpengaruh dalam penentuan informasi keuangan. Adapun unsur-unsur
tersebut meliputi pihak yang terlibat seperti penyusun standar
profesi, pemerintah, manajer, akuntan publik, dan lain sebagainya, dan juga sarana
yang membentuk struktur akuntansi seperti peraturan pemerintah, standar
akuntansi, laporan keuangan, dan juga konvensi pelaporan.
Sedangkan
proses yang dimaksud adalah bagaimana pihak-pihak dan sarana-sarana
pelaporan bekerja dan saling berinteraksi yang lalu menghasilkan informasi
keuangan diwujudkan dengan laporan/statemen keuangan.
Gambar
diatas menggambarkan proses perekayasaan pelaporan keuangan. Adapun tujuan
ekonomik dan sosial negara berada di atas dan dijabarkan dalam tujuan pelaporan
keuangan, agar tujuan akuntansi secara sendirinya akan membantu tercapainya
tujuan negara. Sedangkan pertanyaan-pertanyaan
yang ada di kotak ketiga merupakan pertanyaan perekayasaan, yang mana
jawabannya akan berguna untuk pemilihan dan pertimbangan gagasan.
Dan adapun
proses perekayasaan ini merupakan proses untuk menjawab pertanyaan
mendasar tentang bagaimana suatu kegiatan operasional disimbolkan dalam bentuk
statemen keuangan. Sehingga orang yang dituju dapat membayangkan proses
operasi perusahaan atau organisasi secara finansial tanpa harus melihatnya
langsung dalam bentuk fisis.
Proses
perekayasaan bukanlah sesuatu yang dikerjakan peroangan, akan tetapi merupakan upaya
tim yang membutuhkan kedisiplinan intelektual dan kekuatan politik,
karena perekayasaan ini merupakan suatu proses yang serius dan hasilnya akan
berdampak panjang dan luas. Dan karena itu, idealnya, suatu badan legislatif akan
membentuk sebuah tim dibawah kendalinya untuk melakukan perekayasaan di tingkat
nasional.
Proses
perekayasaan ini juga termasuk dalam proses semantik. Masih ingat kan
apa itu semantik? Yups.. proses semantik merupakan proses menyimbolkan, yang
dalam hal ini menyimbolkan obyek fisis dari perusahaan atau organisasi dalam
statemen keuangan. Model yang sekarang dikenal adalah penyimbolan dengan sepuluh
elemen (panel B), yaitu: aset, kewajiban, ekuitas, pendapatan, biaya,
untung, rugi, investasi pemilik, distribusi ke pemilik, dan laba komprehensif.
Nah..
untuk menadapatkan hasil berkualtas tinggi, maka proses perekayasaan ini harus
dilakukan secara saksama. Dan berikut ini merupakan proses saksama yang
dilakukan FASB dalam menysusn sebuah pernyataan resmi:
- Mengevaluasi masalah
- Mengadakan riset dan analisis
- Menyusun dan mendistribusikan memorandum diskusi pada tiap pihak berkepentingan
- Mengadakan public hearing akan masalah yang disampaikan dalam memorandum diskusi
- Menganalisis dan mempertimbangkan tanggapan publik
- Menerbitkan draf awal standar (ED)
- Menganalisis dan mempertimbangkan tanggapan akan ED
- Memutuskan penerbitan stitem statemen
- Menerbitkan statemen yang bersangkutan
KONSEP INFORMASI AKUNTANSI
Tidak
setiap angka yang ada merupakam informasi. Angka yang tidak memilki makna atau
nilai bagi pembacanya tidak dapat dikatakan informasi. Lalu, nilai seperti apa
yang harus dimilki? Ya.. nilai informasi yang dimaksudkan disini
merupakan kemampuan meningkatkan pengetahuan dan keyakinan pemakainya dalam
mengambil keputusan.
Statemen
keuangan dapat diibaratkan seperti sebuah kalimat, yaitu berisi elemen-elemen
yang tidak dapat dipahamni maksudnya kecuali bila bentuk, isi, dan susunannya telah
sesuai dengan pedoman tertentu. Dalam akuntansi pedoman yang digunakan
adalah PABU.
RERANGKA KONSEPTUAL
Masih
ingat yang dibahas diatas tadi? Diatas, di bagian proses perekayasaan, ada yang
disebut dengan pertanyaan perekayasaan bukan?... Nah, jawaban atas pertanyaan
tadi akan menjadi gagasan. Dan gagasan-gagasan ini akan dijadikan konsep-konsep
terpilih yang lalu akan dituang dalam sebuah dokumen resmi yang disebut
dengan rerangka konseptual.
Adanya
rerangka konseptual bertujuan untuk melindungi dari politisasi untuk kepentingan
pihak yang tidak semestinya yang akan berdampak dikorbankannya kepentingan
umum. Adapun bila terjadi politsasi, maka politisasi harus diartikan
bahwa akuntansi sengaja diarahkan untuk mencapai tujuan negara.
Rerangka
konseptual tidak hanya ada dalam satu model. akan tetapi salah satu model yang
paling terkenal adalah model rerangka konseptual yang dikembangkan oleh FASB
yang memuat empat komponen penting, yaitu:
- Tujuan pelaporan keuangan
- Kriteria kualitas informasi
- Elemen-elemen statemen keuangan
- Pengukuran dan pengakuan
Empat komponen diatas lalu dituangkan dalam
beberapa dokumen resmi yang disebut SFAC atau Statement of Financial Accounting
Concept. Dan.. Selain model yang dikembangkan oleh FASB, ada juga rerangka
konseptual yang dikembangkan oleh IASC yang komponennya mirip dengan
komponen versi FASB.
PRINSIP AKUNTANSI BERTERIMA UMUM
Perlu
diketahui bahwa rerangka konseptual yang berfungsi semcam konstitusi hanya
memuat konsep umum saja, yang kemudian dinggap sebagai konstitusi akuntansi di
suatu negara. Dan karena itu lah konstitusi tersebut harus dijabarkan dalam
bentuk ketentuan atau pedoman operasional agar dapat berpengaruh secara langsung
terhadap praktik dan perilaku.
Pedoman
ini dapat berasal dari standar akuntansi yang ditetapkan resmi oleh pemerintah
atau dapat juga diambil dari pedoman-pedoman yang baik dan banyak dipraktikan. Kedua
pedoman tersebut secara keseluruhan membentuk suatu rerangka pedoman
operasional yang disebut generally accepted accounting principles (GAAP)
atau prinsip akuntansi berterima umum (PABU).
Mengapa kriteria kewajiban penyajian statemen
keuangan adalah PABU dan bukan SAK?
- Karena tidak semua ketentuan perlakuan akuntansi dapat dituangkan dalam bentuk standar akuntansi
- Bila SAK dijadikan kriteria dan dinyatakan dalam laporan auditor, dikhawatirkan akan kewajaran hanya bersifat formal dan tidak substansif
- Untuk mendapatkan kualitas tinggi, ukuran kewajaran harus berupa rerangka pedoman yang komprehensif dan meliputi aspek teknis dan konseptual
Catatan
yang harus digaris bawahi disini adalah perbedaan antara tiga istilah penting. Yang
pertama prinsip akuntansi yang
dimaknai sebagai segala gagasan, konsep, kaidah, prosedur, atau teknik
akuntansi yang tersedia dan berfungsi sebagai pengetahuan. Lalu ada istilah standar
akuntansi yaitu konsep, prinsip, metode, teknik yang sengaja dipilih atas
dasar rerangka konseptual oleh badan penyusun standar untuk diberlakukan dalam
lingkungan dan dituangkan dalam bentuk dokumen resmi. Dan yang terakhir adalah PABU
yang dimaknai sebagai suatu rerangka pedoman terdiri atas standar akuntansi
dan sumber lain yang yuridis, teoritis, dan praktis.
PABU
terdapat pada beberapa versi. Diantaranya PABU versi APB yang disebut
sebagai pedoman operasional dalam praktik akuntansi. Lalu PABU versi Rubin
yang digambarkan dalam suatu bentuk rumah dan merupakan cara menyajikan secara
visual pengertian PABU sebagai rerangka pedoman AICPA. Dan ada juga PABU
versi SAS No. 69 yang mendeskripsi PABU sebagai dua hirearki pararel, yang
mana salah satunya untuk entitas nonkepemerintahan dan satu lainnya untuk
entitas kepemerintahan. Dan yang terakhir PABU versi SPAP yang membatasi
PABU untuk entitas nonkepemerintahan sehingga ukuran kewajaran untuk entitas
kepemerintahan belum jelas.
PABU
juga menetapkan pedoman untuk memeperlakukan suatu objek yang harus
dilaporkan yang menyangkut hal-hal berikut:
- Definisi. Memberi batasan definisi bebrapa elemen statemen keuangan sehingga terhindar dari kesalahan klarifikasi oleh penyusun dan kesalahan interupsi oleh pemakai.
- Pengukuran/penilaian. Penentuan jumlah rupiah yang harus dilekatkan pada suatu objek dalam transaksi keuangan.
- Pengakuan. Atau pencatatan suatu jumlah dalam sistem akuntansi dan akan mempengaruhi suatu pos dalam laporan keuangan.
- Penyajian atau penetapan cara pelaporan elemen dalam statemen keuangan, dan pengungkapan atau cara pembeberan/pejelasan hal-hal informatif yang penting dan bermanfaat selain yang dinyatakan dalam statemen keuangan utama.
Secara
teori, rerangka konseptual seharusnya merupakan fundasi rerangka ke PABU. Akan tetapi
dalam beberapa versi PABU, rerangka konseptual malah ditempatkan pada
tingkat yang kurang autoritatif. Hal ini dikarenakan rerangka
konseptual biasanya disusun setelah banyak standar akuntansi terbit. Selain itu,hal
ini juga bertujuan agar publik tidak dapat begitu saja mengganti standar
yang tidak sesuai dengan rerangka konseptual.
Bila
proses perekayasaan telah selesai dan sudah diaplikasikan, PABU juga telah
ditentukan, dan pelaporan keuangan juga telah berlangsung, maka pengertian dan
teori akuntansi dapat digambarkan dalam suatu diagram yang disebut struktur
akuntansi .
Hal penting
yang digambarkan dalam strukutur akuntasi adalah fungsi auditor independen. Auditor
independen ini berperan sebagai pengaudit apakan statemen keuangan telah sesuai
dengan PABU, yang dalam hal ini ia harus memenuhi suatu standar yang disebt
dengan standar pengauditan berterima umum (StaPBU). Dan adapun hasil dari audit
tersebut akan dituangkan dalam suatu laporan auditor.
Nah..
cukup segini aja dulu yah...?? Udah berasap kah otaknya..??😅😅😅 Hahaha.. dikira
konslet kali ya?😁😁
And.. itu tadi lah teori akuntansi bab perekayasaan pelaporan
keuangan.
Apa?? Kurang panjang????😱😱
Mau yang lebih panjang bisa dibaca sendiri di
bukunya yah...!!😂
Dan masih seperti yang kemarin-kemarin, materi ini mimin rangkum
dari buku Teori Akuntansi Perekayasaan Pelaporan Keuangan Edisi Ketiga yang
ditulis Suwarjono, terbitan BPFE Yogyakarta.. Bukan promosi lo ya...😅 Cuma
sekedar referensi aja...
Then... For the last... Thanks.. and see u next post..!!😄 👋👋
Wassalamu'alaikum Wr Wb....


Tidak ada komentar:
Posting Komentar