Assalamu'alaikum Wr. Wb.
Hallo...πHi...πKonichiwa...πAnnyeong...π Bounjour...π emm apa lagi yah?? π
April Mobb...!!?? Yah.. Tak terasa udah di bulan april aja..π tapi munculnya saya disini bukannya mau merayakan april mobb yah.. (karena keyakinan saya memang untuk tidak melakukannya,π jadi silahkan dijalani dengan keyakinan masing-masing aja lah y...???πΈ). Nah daripada ngerjain orang lain, saya lebih memilih untuk ngerjain tugas..π² Hehehe.. sekalian share ilmu maksud saya....
Ok.. langsug aja...di post yang lalu telah saya
sajikan tentang perekayasaan pelaporan keuangan. Masih ingat kan ya, yang
dibahas disana? Yang mulai mengelupas ingatannya, bisa ditempelin lagi ya??π
Yups.. karena pembahasan kita kali ini, kurang lebih akan menyangkut banyak hal
dari materi sebelumnya.
For this post i’ll explain about conceptual
framework alias rerangka konseptual.
Dan seperti yang sudah dibahas di post yang lalu, bahwa hasil dari suatu
perekayasaan adalah sebuah dokumen resmi yang disebut rerangka konseptual. Dan kalau kemarin kita mengetahui bahwa
ternyata suatu pelaporan keuangan harus melewati suatu proses yang cukup
panjang berupa 'perekayasaan', maka
sekarang kita akan lebih terkejut lagi setelah mengetahui bahwa rerangka
konseptual yang merupakan hasil dari perekayasaan sekaligus menjadi landasan
bagi pelaporan keuangan, ternyata juga
telah melewati perjalanan yang panjang dalam perumusannya.
Yups... Karena ternyata eh ternyataπ±, RK alias rerangka konseptual, seperti RK FASB
misalkan, haruslah memenuhi empat komponen utama. Keempat komponen itu berupa tujuan, karakter kualitatif informasi, elemen
keuangan, dan pengukuran pengakuan.
Salah satu komponen utama yang
terpenting adalah tujuan pelaporan. Bagaimana tidak, tanpa adanya tujuan
maka tidak akan dapat ditentukan konsep, isi, jenis, dan susunan statemen
keuangan yang tepat dan sesuai. Adapun
dalam hal tujuannya, dan karena pelaporan tersebut disini dianggap sebagai
teknologi, maka tujuan sosial dan
masyarakat Negara harus dimaksudkan sebagai tujuan dari pelaporan keuangan itu
sendiri. Nah.. dari tujuan negara tadi, maka akan dijabarkan menjadi beberapa
tujuan. Yaitu tujuan fungsional, tujuan bersama, dan tujuan kelompok dominan.π
Komponen berikutnya adalah karakteristik
kualitatif informasi. Hal ini dianggap amatlah penting untuk mengetahui
apakah suatu objek layak untuk disajikan dalam bentuk laporan keuangan. Adapun karakteristik kualitatif informasi ini
harus melalui penalaran, pertimbangan dan perumusan yang mana hasilnya
dituangkan FASB dalam suatu hirearki.ππ
Komponen yang tak kalah
pentingnya adalah elemen statemen keuangan. Masih teringat tentunya akan akuntansi dan
informasi semantik. Informasi semantik berupa menuangan beberapa hal bermakna
dalam penyimbolan. Penyimbolan inilah yang
diwujudkan dalam bentuk elemen-elemen statement keuangan. Elemen-elemen tersebutlah yang akan
menggambarkan posisi keuangan suatu entitas. Dari banyak elemen spesifik, 3
elemenlah yang paling dapat menggambarkan posisi keuangan entitas adalah aset,
kewajiban, dan ekuitas. Dan elemen posisi keuangan tersebut, dapat berubah karena adanya transaksi, kejadian, dan keadaan yang mempengaruhi
entitas itu sendiri. Selain itu beberapa elemen juga dapat mempengaruhi posisi
keuangan. Perubahan tersebut secara detail
dapat dijelaskan dalam bagan berikut:π
Than next... masih ingat kan,di
bab sebelumnya kita membahas bahwa suatu objek yang dilaporkan dalam RK harus
menyangkut akan...?? Yups..π definisi, pengukuran, pengakuan dan penyajian. Jadi,
sebelum disajikan, sebuah elemen statemen keuangan juga harus melalui proses
pengukuran dan pengakuan. Nah.. yang disebut dengan pengukuran disini adalah
pengukuran jumlah rupiah yang akan disajikan elemen keuangan dalam suatu seperangkat
statemen keuangan. Pengukuran yang juga memandang 3 komponen sebelumnya ini,
akan mempengaruhi atribut apa yang akan dipakai. Contoh ketika
pencatatan mesin, maka kita akan mencatat nilai sisa potensi misalkan, maka
disini kita akan memakaikan atribut pengukuran sejumlah dengan kos historis
mesin tadi.
Lah lalu apa hubungannya dengan
pengakuan??π Pengakuan merupakan pembahasan tentang penyajian informasi
yang telah diukur tadi. Hal ini misalkan, apakah informasi tadi akan disajikan
dalam statemen keuangan atau media lain? Atau kapan sebuah informasi dapat
disajikan, akankah sebuah transaksi diakui saat barang sudah sampai kepada
perusahaan yang dituju atau di waktu yang lain? Dan untuk semua itu pengakuan menggunakan
4 kriteria untuk menetapkannya, yaitu definisi, keterukuran, keberpautan,
dan keterandalan.
Untuk info tambahan, dalam
akuntansi tidak hanya ada satu model RK loh... akan tetapi, disini lebih banyak
disoroti akan RK FASB. Karena dalam kenyataannya, model buatan Amerika ini
sangat berpengaruh pada model-model lain yang ada di berbagai negara. Nah..
karena banyaknya model yang ada saat ini, maka itu akan memudahkan untuk
melakukan transfer teknologi akuntansi (sekali lagi, karena dengan adanya
perekayasaan dan wjud RK ini, berarti akuntansi disini disamakan dengan
penalaran logis dan dianggap sebagai teknologi).π
Dan dengan demikian, sampailah
kita di penghujung tulisan saya kali ini. Semoga bermanfaat yah...!! Dan tidak
lupa pula saya sampaikan, bahwa tulisan ini hanyalah sebatas rangkuman, jadi
untuk selengkapnya bisa dibuka dalam buku teori akuntansi karya Suwarjono. Then for
the last time, Thanks karena udah mau membaca tulisan saya yang cukup memusingkan mata begini..π
π
. And See ya next post..!!ππ
Wassalamu'alaikum Wr.Wb.


Tidak ada komentar:
Posting Komentar