Sabtu, 01 April 2017

Rerangka Konseptual



Assalamu'alaikum Wr. Wb.

Hallo...πŸ‘‹Hi...πŸ‘‹Konichiwa...πŸ‘‹Annyeong...πŸ‘‹ Bounjour...πŸ‘‹ emm apa lagi yah?? πŸ˜•

April Mobb...!!?? Yah.. Tak terasa udah di bulan april aja..😁 tapi munculnya saya disini bukannya mau merayakan april mobb yah.. (karena keyakinan saya memang untuk tidak melakukannya,πŸ™ jadi silahkan dijalani dengan keyakinan masing-masing aja lah y...???😸). Nah daripada ngerjain orang lain, saya lebih memilih untuk ngerjain tugas..😲 Hehehe.. sekalian share ilmu maksud saya....

Ok.. langsug aja...di post yang lalu telah saya sajikan tentang perekayasaan pelaporan keuangan. Masih ingat kan ya, yang dibahas disana? Yang mulai mengelupas ingatannya, bisa ditempelin lagi ya??πŸ˜‚ Yups.. karena pembahasan kita kali ini, kurang lebih akan menyangkut banyak hal dari materi sebelumnya. 

For this post i’ll explain about conceptual framework alias rerangka konseptual.  Dan seperti yang sudah dibahas di post yang lalu, bahwa hasil dari suatu perekayasaan adalah sebuah dokumen resmi yang disebut rerangka konseptual.  Dan kalau kemarin kita mengetahui bahwa ternyata suatu pelaporan keuangan harus melewati suatu proses yang cukup panjang berupa 'perekayasaan',  maka sekarang kita akan lebih terkejut lagi setelah mengetahui bahwa rerangka konseptual yang merupakan hasil dari perekayasaan sekaligus menjadi landasan bagi pelaporan keuangan,  ternyata juga telah melewati perjalanan yang panjang dalam perumusannya.

Yups...  Karena ternyata eh ternyata😱,  RK alias rerangka konseptual, seperti RK FASB misalkan, haruslah memenuhi empat komponen utama.  Keempat komponen itu berupa tujuan,  karakter kualitatif informasi, elemen keuangan, dan pengukuran pengakuan. 

Salah satu komponen utama yang terpenting adalah tujuan pelaporan. Bagaimana tidak, tanpa adanya tujuan maka tidak akan dapat ditentukan konsep, isi, jenis, dan susunan statemen keuangan yang tepat dan sesuai.  Adapun dalam hal tujuannya, dan karena pelaporan tersebut disini dianggap sebagai teknologi,  maka tujuan sosial dan masyarakat Negara harus dimaksudkan sebagai tujuan dari pelaporan keuangan itu sendiri. Nah.. dari tujuan negara tadi, maka akan dijabarkan menjadi beberapa tujuan. Yaitu tujuan fungsional, tujuan bersama, dan tujuan kelompok dominan.πŸ˜‡

Komponen berikutnya adalah karakteristik kualitatif informasi. Hal ini dianggap amatlah penting untuk mengetahui apakah suatu objek layak untuk disajikan dalam bentuk laporan keuangan.  Adapun karakteristik kualitatif informasi ini harus melalui penalaran, pertimbangan dan perumusan yang mana hasilnya dituangkan FASB dalam suatu hirearki.πŸ‘‡πŸ‘‡


Komponen yang tak kalah pentingnya adalah elemen statemen keuangan.  Masih teringat tentunya akan akuntansi dan informasi semantik. Informasi semantik berupa menuangan beberapa hal bermakna dalam penyimbolan.  Penyimbolan inilah yang diwujudkan dalam bentuk elemen-elemen statement keuangan.  Elemen-elemen tersebutlah yang akan menggambarkan posisi keuangan suatu entitas. Dari banyak elemen spesifik, 3 elemenlah yang paling dapat menggambarkan posisi keuangan entitas adalah aset, kewajiban, dan ekuitas. Dan elemen posisi keuangan tersebut,  dapat berubah karena adanya transaksi,  kejadian, dan keadaan yang mempengaruhi entitas itu sendiri. Selain itu beberapa elemen juga dapat mempengaruhi posisi keuangan.  Perubahan tersebut secara detail dapat dijelaskan dalam bagan berikut:πŸ‘‡


Than next... masih ingat kan,di bab sebelumnya kita membahas bahwa suatu objek yang dilaporkan dalam RK harus menyangkut akan...?? Yups..😁 definisi, pengukuran, pengakuan dan penyajian. Jadi, sebelum disajikan, sebuah elemen statemen keuangan juga harus melalui proses pengukuran dan pengakuan. Nah.. yang disebut dengan pengukuran disini adalah pengukuran jumlah rupiah yang akan disajikan elemen keuangan dalam suatu seperangkat statemen keuangan. Pengukuran yang juga memandang 3 komponen sebelumnya ini, akan mempengaruhi atribut apa yang akan dipakai. Contoh ketika pencatatan mesin, maka kita akan mencatat nilai sisa potensi misalkan, maka disini kita akan memakaikan atribut pengukuran sejumlah dengan kos historis mesin tadi.

Lah lalu apa hubungannya dengan pengakuan??πŸ˜• Pengakuan merupakan pembahasan tentang penyajian informasi yang telah diukur tadi. Hal ini misalkan, apakah informasi tadi akan disajikan dalam statemen keuangan atau media lain? Atau kapan sebuah informasi dapat disajikan, akankah sebuah transaksi diakui saat barang sudah sampai kepada perusahaan yang dituju atau di waktu yang lain? Dan untuk semua itu pengakuan menggunakan 4 kriteria untuk menetapkannya, yaitu definisi, keterukuran, keberpautan, dan keterandalan.

Untuk info tambahan, dalam akuntansi tidak hanya ada satu model RK loh... akan tetapi, disini lebih banyak disoroti akan RK FASB. Karena dalam kenyataannya, model buatan Amerika ini sangat berpengaruh pada model-model lain yang ada di berbagai negara. Nah.. karena banyaknya model yang ada saat ini, maka itu akan memudahkan untuk melakukan transfer teknologi akuntansi (sekali lagi, karena dengan adanya perekayasaan dan wjud RK ini, berarti akuntansi disini disamakan dengan penalaran logis dan dianggap sebagai teknologi).πŸ˜‡

Dan dengan demikian, sampailah kita di penghujung tulisan saya kali ini. Semoga bermanfaat yah...!! Dan tidak lupa pula saya sampaikan, bahwa tulisan ini hanyalah sebatas rangkuman, jadi untuk selengkapnya bisa dibuka dalam buku teori akuntansi karya Suwarjono. Then for the last time, Thanks karena udah mau membaca tulisan saya yang cukup memusingkan mata begini..πŸ˜…πŸ˜…. And See ya next post..!!πŸ‘‹πŸ‘‹

Wassalamu'alaikum Wr.Wb.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar