Assalamu'alaikum..
Yah.. nongol lagi.. Tapi kali ini kita akan membahas tentang bab terakhir dari buku kita tercinta ini..😢 (G usah lebay deh..). Than, just check this out..
Than..Thats all 4 this time.. Thank u 4 u'r attention.. ang see ya in another lesson..!!!
Wassalamu'alaikum..
Minggu, 11 Juni 2017
PENGUNGKAPAN DAN SARANA INTERPRETIF
Assalamu'alaikum...
Hmm.. Ud g terasa puasa berjalan setengah bulan yak?? Ok..Karena waktu sangat cepat berlalu, maka g terasa juga kalau materi Teori Akuntansi kita ud hampir habis nih... And langsung aj y?? Check this out..
Than.. thats all for this time.. Thanks..
Wassalamu'alaikum.. See ya..!!
Hmm.. Ud g terasa puasa berjalan setengah bulan yak?? Ok..Karena waktu sangat cepat berlalu, maka g terasa juga kalau materi Teori Akuntansi kita ud hampir habis nih... And langsung aj y?? Check this out..
Than.. thats all for this time.. Thanks..
Wassalamu'alaikum.. See ya..!!
Minggu, 28 Mei 2017
EKUITAS...
Assalamu'alaikum..
Yah... weekend lagi.. Lgi pda apa nih?? Puasa kah? Buka kah? Sahur kah? Yah.. pokoknya selamat berpuasa aj buat yg menjalankan.. Ok?? Tpi meski puasa, ndak berarti tiduran seharian aj yah? Kyak hri ini nih.. saya akan sedikit men-share tentang mind map Ekuitas.. Penasaran? Then Just Check it out...
Nah.. mungkin itu saja dari saya kali ini..Semoga bermanfaat. dan see you next time..
Wassalamualaikum...
Yah... weekend lagi.. Lgi pda apa nih?? Puasa kah? Buka kah? Sahur kah? Yah.. pokoknya selamat berpuasa aj buat yg menjalankan.. Ok?? Tpi meski puasa, ndak berarti tiduran seharian aj yah? Kyak hri ini nih.. saya akan sedikit men-share tentang mind map Ekuitas.. Penasaran? Then Just Check it out...
Nah.. mungkin itu saja dari saya kali ini..Semoga bermanfaat. dan see you next time..
Wassalamualaikum...
Minggu, 21 Mei 2017
LABA
Assalamu'alaikum.....
Gmn kbarnya ini..?? Mm.. Pasti lgi pd nikmatin detik2 terakhir weekend ini y?? Ok. Kalo gitu, sembari menikmati weekend, g ada salahnya bukan kalo sambil sedikit belajar TA?? Coz, kali ini saya akan membawakan sedikit tentang LABA.. Apa sih sebenernya laba itu? Penasaran? Then lets check this out.!
Gmn kbarnya ini..?? Mm.. Pasti lgi pd nikmatin detik2 terakhir weekend ini y?? Ok. Kalo gitu, sembari menikmati weekend, g ada salahnya bukan kalo sambil sedikit belajar TA?? Coz, kali ini saya akan membawakan sedikit tentang LABA.. Apa sih sebenernya laba itu? Penasaran? Then lets check this out.!
Nah.. Itu tadi sedikit tentang Laba.. Semoga bermanfaat.. And see u next time..!! 😀😀
Wassalamualaikum..
Minggu, 14 Mei 2017
_Biaya_
Assalamu'alaikum.......!!
Jiah...!! weekend dateng lagi.. dan itu berarti saatnya saya nge post lagi disini..😁. Dan untuk kali ini akan saya jelaskan sedikit tentang peta konsep akan materi kita kali ini, yaitu: BIAYA. Untuk selengkapnya, lets check this out..!!
Ok, itu tadi sekelumit tentang peta konsep akan materi teori akuntansi, 'BIAYA'. semoga bermanfaat bagi semua...
Wassalamu'alaikum...!!
Jiah...!! weekend dateng lagi.. dan itu berarti saatnya saya nge post lagi disini..😁. Dan untuk kali ini akan saya jelaskan sedikit tentang peta konsep akan materi kita kali ini, yaitu: BIAYA. Untuk selengkapnya, lets check this out..!!
Ok, itu tadi sekelumit tentang peta konsep akan materi teori akuntansi, 'BIAYA'. semoga bermanfaat bagi semua...
Wassalamu'alaikum...!!
Sabtu, 06 Mei 2017
Pendapatan???
Hai..hai..hai..!!!
Tak terasa.. weekend datang lagi.. Itu berarti waktunya saya menulis di blog ini lagi.. Wokeh!! Langsung aja saya akan jelaskan tentang peta konsep kita kali ini yaitu mengenai PENDAPATAN..
Lets. check this out!!!...
Dan itu tadilah sekelumit tentang peta konsep dari saya.. Semoga Bermanfaat.. Thanks! and see you next time..!!!
Tak terasa.. weekend datang lagi.. Itu berarti waktunya saya menulis di blog ini lagi.. Wokeh!! Langsung aja saya akan jelaskan tentang peta konsep kita kali ini yaitu mengenai PENDAPATAN..
Lets. check this out!!!...
Dan itu tadilah sekelumit tentang peta konsep dari saya.. Semoga Bermanfaat.. Thanks! and see you next time..!!!
Jumat, 28 April 2017
Kewajiban
Assalamu'alaikum.....👋
Yah.... Gimana ini kabarnya...??? Abis pada UTS kah...???🙀 Yah.. apa yang sudah berlalu.. biarlah berlalu.... Biarlah itu semua jadi pelajaran di masa yang akan yang datang yahh???😇
Nah, karena sekarang saya sudah balik lagi. so,lets we learn together.. Kali ini saya akan memberi sedikit tentang peta konsep pelajaran kita di bab 7 yang berjudul 'Kewajiban'.....😼
Jadi sekian.... Semoga bermanfaat untuk kita semua yah... kalaupun ada keanehan.. mohon dimaklumi..😂 (Kan masih newbie...).. Then, see you next post..👋
Wassaalamu'alaikum.......
Yah.... Gimana ini kabarnya...??? Abis pada UTS kah...???🙀 Yah.. apa yang sudah berlalu.. biarlah berlalu.... Biarlah itu semua jadi pelajaran di masa yang akan yang datang yahh???😇
Nah, karena sekarang saya sudah balik lagi. so,lets we learn together.. Kali ini saya akan memberi sedikit tentang peta konsep pelajaran kita di bab 7 yang berjudul 'Kewajiban'.....😼
Jadi sekian.... Semoga bermanfaat untuk kita semua yah... kalaupun ada keanehan.. mohon dimaklumi..😂 (Kan masih newbie...).. Then, see you next post..👋
Wassaalamu'alaikum.......
Minggu, 16 April 2017
Aset.......?????
Yo..minna..!!👋😂 Semoga belum bosen yah buat mampir disini.. Coz this post will deliver u something about assets.😲 Dan seperti yang sudah kita bahas di post yang lalu ya.., aset merupakan salah satu elemen daripada rerangka konseptual. Kata aset memang tidak asing lagi di telinga kita yah?? Kayaknya sudah tak terhitung lagi berapa kali kita menuliskan kata aset.. Tapi tahukah apa aset itu..?? Kriteria apa saja yang membuat sesuatu dikatakan sebagai aset? Nah.. Hal-hal semacam itulah yang ingin penulis sampaikan di post kali ini.. Udah siap..??? Ok.. Lets go..!!!!!! 😉
Seperti yang diketahui, aset merupakan salah satu elemen neraca yang dapat dihubungkan dengan elemen kewajiban dan ekuitas. Kalau didefinisikan, FASB menyebutkan bahwa aset merupakan manfaat ekonomi masa datang yang cukup pasti yang diperoleh atau dikuasasi/dikendalikan oleh suatu entitas sebagai akibat transaksi atau kejadian masa lalu.
Nah dari definisi diatas, bisa disimpulkan juga bahwa aset memiliki 3 kriteria utama. 3 kriteria utama tersebut adalah adanya manfaat ekonomik yang dapat diukur kemampuannya di masa datang untuk mendatangkan pendapatan atau kas. Lalu kriteria berikutnya adalah dikuasai oleh entitas, yang mencakup kemampuan entitas tersebut untuk mendapatkan, memelihara, menukar, dan menggunakan manfaat ekonomiknya. Dan yang terakhir adalah akibat transaksi atau kejadian masa lalu.
Disamping kriteria-kriteria utama diatas, ada juga beberapa karakteristik pendukung. Karakteristik pendukung ini bukanlah sesuatu yang harus dipenuhi untuk memasukkan suatu objek menjadi aset, akan tetapi karakteristik ini dapat meyakinkan akan adanya aset tersebut. Diantaranya adalah melibatkan kos sebagai adanya penghargaan kesepakatan, berwujud, dapat ditukarkan dengan sumber daya ekonomik lainnya, terpisahkan dari sumber ekonomik lainnya, dan berkekuatan hukum. Adapun karakteristik berwujud dan terpisahkan bukanlah kriteria untuk mendefinisikan suatu objek menjadi aset, hal ini mengingat adanya aset tak berwujud seperti halnya goodwill yang tidak dapat dilihat wujud fisisnya dan tidak dapat dipisahkan dari sumber ekonomik lain.
Dalam konsep kontinuitas usaha, suatu sumber ekonomik akan mengalami 3 tahapan perlakuan yaitu pemerolehan, pengolahan, dan penjualan. Dan untuk dapat dituangkan sebagai sebuah informasi, maka suatu objek haruslah diartikan dalam bentuk kos. Dan karena itulah, suatu kos akan mendapat pula 3 tahap perlakuan yang mengikuti tahapan sumber ekonomik tadi. Tahapan tersebut merupakan pengukuran, penelusuran, dan pembebanan. Kos sendiri dalam teknisnya, biasa dicatat sebagai biaya atau aset. Bila dicatat sebagai aset, kos dianggap sebagai pengeluaran untuk kapital (capital expenditures). Dan bila dicatat sebagai biaya, kos dimasukkan dalam kategori pengeluaran untuk pendapatan (revenue expenditures). Meski dicatat sebagai biaya, kos juga sebenarnya telah dianggap sebagai aset, meski dalam sekejab saja.
Selain itu, kos utama yang melekat pada aset juga ditentukan dengan cara yang yang unik tergantung pada transaksi yang dijalankan. Akan tetapi pada dasarnya, kos yang melekat pada aset tersebut dapat ditentukan dengan batas kegiatan pemerolehan dan jenis penghargaan. Untuk perhargaan itu sendiri, dalam suatu transaksi, biasanya kos tunai merupakan alat pengukur paling valid. Akan tetapi bila transaksi merupakan pertukaran dengan barang atau jasa lain (barter) maka kos merupakan jumlah rupiah implisit yang terkandung dalam wujud perhargaan yang diberikan. Adapun bila aset diperoleh tanpa ada perhargaan seperti halnya hadiah, maka kos aset ditentukan atas dasar kos tunai yang terkandung dalam aset yang diterima tersebut.
Setelah diukur, dan ditentukan kos nya, maka aset akan disajikan dan diungkapkan dalam pelaporan keuangan. Adapun PABU memberi pedoman untuk penyajian aset tersebut. Pedoman itu meliputi sebagai berikut:
Seperti yang diketahui, aset merupakan salah satu elemen neraca yang dapat dihubungkan dengan elemen kewajiban dan ekuitas. Kalau didefinisikan, FASB menyebutkan bahwa aset merupakan manfaat ekonomi masa datang yang cukup pasti yang diperoleh atau dikuasasi/dikendalikan oleh suatu entitas sebagai akibat transaksi atau kejadian masa lalu.
Nah dari definisi diatas, bisa disimpulkan juga bahwa aset memiliki 3 kriteria utama. 3 kriteria utama tersebut adalah adanya manfaat ekonomik yang dapat diukur kemampuannya di masa datang untuk mendatangkan pendapatan atau kas. Lalu kriteria berikutnya adalah dikuasai oleh entitas, yang mencakup kemampuan entitas tersebut untuk mendapatkan, memelihara, menukar, dan menggunakan manfaat ekonomiknya. Dan yang terakhir adalah akibat transaksi atau kejadian masa lalu.
Disamping kriteria-kriteria utama diatas, ada juga beberapa karakteristik pendukung. Karakteristik pendukung ini bukanlah sesuatu yang harus dipenuhi untuk memasukkan suatu objek menjadi aset, akan tetapi karakteristik ini dapat meyakinkan akan adanya aset tersebut. Diantaranya adalah melibatkan kos sebagai adanya penghargaan kesepakatan, berwujud, dapat ditukarkan dengan sumber daya ekonomik lainnya, terpisahkan dari sumber ekonomik lainnya, dan berkekuatan hukum. Adapun karakteristik berwujud dan terpisahkan bukanlah kriteria untuk mendefinisikan suatu objek menjadi aset, hal ini mengingat adanya aset tak berwujud seperti halnya goodwill yang tidak dapat dilihat wujud fisisnya dan tidak dapat dipisahkan dari sumber ekonomik lain.
Dalam konsep kontinuitas usaha, suatu sumber ekonomik akan mengalami 3 tahapan perlakuan yaitu pemerolehan, pengolahan, dan penjualan. Dan untuk dapat dituangkan sebagai sebuah informasi, maka suatu objek haruslah diartikan dalam bentuk kos. Dan karena itulah, suatu kos akan mendapat pula 3 tahap perlakuan yang mengikuti tahapan sumber ekonomik tadi. Tahapan tersebut merupakan pengukuran, penelusuran, dan pembebanan. Kos sendiri dalam teknisnya, biasa dicatat sebagai biaya atau aset. Bila dicatat sebagai aset, kos dianggap sebagai pengeluaran untuk kapital (capital expenditures). Dan bila dicatat sebagai biaya, kos dimasukkan dalam kategori pengeluaran untuk pendapatan (revenue expenditures). Meski dicatat sebagai biaya, kos juga sebenarnya telah dianggap sebagai aset, meski dalam sekejab saja.
Selain itu, kos utama yang melekat pada aset juga ditentukan dengan cara yang yang unik tergantung pada transaksi yang dijalankan. Akan tetapi pada dasarnya, kos yang melekat pada aset tersebut dapat ditentukan dengan batas kegiatan pemerolehan dan jenis penghargaan. Untuk perhargaan itu sendiri, dalam suatu transaksi, biasanya kos tunai merupakan alat pengukur paling valid. Akan tetapi bila transaksi merupakan pertukaran dengan barang atau jasa lain (barter) maka kos merupakan jumlah rupiah implisit yang terkandung dalam wujud perhargaan yang diberikan. Adapun bila aset diperoleh tanpa ada perhargaan seperti halnya hadiah, maka kos aset ditentukan atas dasar kos tunai yang terkandung dalam aset yang diterima tersebut.
Setelah diukur, dan ditentukan kos nya, maka aset akan disajikan dan diungkapkan dalam pelaporan keuangan. Adapun PABU memberi pedoman untuk penyajian aset tersebut. Pedoman itu meliputi sebagai berikut:
- Aset disajikan di sisi debit neraca akun atau disisi atas dalam neraca berformat laporan
- Aset diklasifikasikan menjadi aset tetap dan aset lancar
- Aset diurutkan penyajiannya atas dasar kelancarannya
- Kebijakan akuntansi yang berkaitan dengan pos tertentu harus diungkapkan. Seperti halnya depresiasi.
Yups... cukup sekian dulu ya.. seperti biasa, semoga yang coba penulis tuliskan dapat berguna bagi semua. And have a nice holiday.... yah.. jarang-jarang kan, bisa weekend-an 3 hari...😁 so then see you next time!!!!👋👋
Jumat, 07 April 2017
Konsep Dasar.....
Hai hai hai...!!👋 seperti biasa yah.. di weekend yang indah ini saya mau
bagi-bagi nih...😍😱 Eits.. bukan bagi-bagi duit yah..😩😭 tapi bagi-bagi ilmu..!!
Hihihi.... Lah tapi katanya ilmu lebih berharga dari emas??😇 Gimana si..??
Ok.. langsung aja, untuk
my post kali ini saya akan menjelaskan sedikit banyak tentang konsep dasar. Maksudnya
disini adalah konsep dasar pelaporan keuangan. Mau tau lebih lanjut? So then
check this out..!!!👇👇
Konsep dasar merupakan konsep atau abstraksi akan suatu lingkungan wilayah
diterapkannya pelaporan keuangan. Nah ternyata
tentang konsep dasar yang dipakai ini masih belum
serempak loh... Contohnya saja Paul
Grandy yang merumuskan sebanyak 10 konsep dasar..!!😱 Termasuk didalamnya hak
milik pribadi, padahal Sumber lain tidak
menyebutkan kalau hal tersebut merupakan
konsep dasar. Ada lagi APB yang
merumuskan 13 konsep dasar...!!😱 Akan tetapi
untuk IAI sendiri mengadopsi rerangka konseptual dari IASC, sehingga konsep dasarnya pun mengikuti IASC, yaitu
Basis Akrual dan Usaha Berlanjut.
Nah sedangkan dalam buku Teori Akuntansi Suwardjono ini sendiri menganggap konsep
dasar yang dikemukakan oleh Paton dan Littleton alias P&L dianggap cukup
lengkap dan dapat diajukan sebagai bahan pembelajaran. Adapun konsep dasar
menurut P&L ini terdiri dari 7 konsep.
Pertama adalah kesatuan usaha yang juga berartian bahwa perusahaan disini
dianggap sebagai suatu kesatuan yang berdiri sendiri dan terlepas dari pemilik
ataupun pihak lain yang menginvestasikan dananya dalam perusahaan tersebut.
Tapi antara perusahaan dan pemilik masih memiliki hubungan, tetapi sebatas hubungan bisnis saja. Hal ini nantinya berdampak pada banyak hal
seperti batas kesatuan, ekuitas yang secara
konsep dianggap sebagai utang dan kewajiban perusahaan pada pemilik, pengertian
kas sebagai pendapatan penambah ekuitas dan biaya yang mengurangi ekuitas, sistem
berpasangan, artikulasi, dan persamaan akuntansi.
Kedua, ada
konsep kontinuitas usaha yang menurut saya sama dengan usaha berlanjut. Yang berarti usaha itu akan berlanjut hingga
ke depannya dengan asumsi tidak ada likuidasi atau pembubaran di masa mendatang.
Lalu, ketiga, penghargaan sepakatan. Yang dimaksud perhagaan sepakatan disini
merupakan jumlah rupiah yang ada di setiap transaksi. Nah..
Pada konsep ini hal tersebut merupakan objek paling mendasar dalam
akuntansi dan merupakan objek terbaik untuk mengukur Sumber daya ekonomi
perusahaan.
Keempat, kos
melekat yang berartikan bahwa kos, atau yang secara salah bahasa sering dikatakan
sebagai biaya, melekat pada objeknya. Sehingga dapat dipecah, dibagi, dan
digabungkan lagi mengikuti objeknya tersebut. Kelima, konsep upaya dan hasil. Dalam konsep ini, biaya merupakan upaya akan perolehan hasil
yang berupa pendapatan dengan kata lain,
pendapatan timbul karena adanya biaya yang dikeluarkan. Sehingga saat suatu kesatuan usaha melalukan
kegiatan produksi dan mengeluarkan biaya, maka saat itulah terbentuk pendapat
meski belum ada realisasinya.
Keenam, bukti
terverifikasi dan objektif. Yang berarti
sebuah informasi akan dianggap bermanfaat dan dapat diandalkan bila disertai
dengan bukti-bukti yang objektif dan dan diuji kebenarannya. Adapun bukti yang ada harus dievaluasi
berdasarkan kondisi, sehingga
keobjektivitas disini bukanlah bersifat mutlak tetapi bersifat relatif.
Oh ya.. Seperti
halnya konsep dasar yang pertama, kelima
konsep dasar selanjutnya juga memiliki pengaruh pada banyak hal yah.. Apa?? 😨
Kurang satu?? Ah ya...😅 yang terakhir
ada asumsi. Asumsi disini ternyata sebenarnya
bukan sebuah konsep dasar, melainkan penjelasan
bahwa keenam konsep dasar sebelumnya merupakan asumsi atau didasarkan pada
sebuah asumsi.
Oke, jadi itu tadi yah.. Secuil tentang konsep dasar. Sebelum closing, sebenarnya apa sih manfaat
dari konsep dasar ini? Yups.. Konsep dasar ini bermanfaat untuk melandasi
penalaran pada perekayasaan akuntansi,
tetapi biasanya konsep dasar ini lebih banyak bermanfaat bagi penyusun
standar akuntansi untuk berargumen dalam menentukan konsep, prinsip yang akan dijadikannya sebagai
standar.
Jadi cukup jelas yah.?? Then, sekarang saya akhiri dulu ya, tulisan kali
ini..😁 See ya next post..!!👋
Sabtu, 01 April 2017
Rerangka Konseptual
Assalamu'alaikum Wr. Wb.
Hallo...👋Hi...👋Konichiwa...👋Annyeong...👋 Bounjour...👋 emm apa lagi yah?? 😕
April Mobb...!!?? Yah.. Tak terasa udah di bulan april aja..😁 tapi munculnya saya disini bukannya mau merayakan april mobb yah.. (karena keyakinan saya memang untuk tidak melakukannya,🙏 jadi silahkan dijalani dengan keyakinan masing-masing aja lah y...???😸). Nah daripada ngerjain orang lain, saya lebih memilih untuk ngerjain tugas..😲 Hehehe.. sekalian share ilmu maksud saya....
Ok.. langsug aja...di post yang lalu telah saya
sajikan tentang perekayasaan pelaporan keuangan. Masih ingat kan ya, yang
dibahas disana? Yang mulai mengelupas ingatannya, bisa ditempelin lagi ya??😂
Yups.. karena pembahasan kita kali ini, kurang lebih akan menyangkut banyak hal
dari materi sebelumnya.
For this post i’ll explain about conceptual
framework alias rerangka konseptual.
Dan seperti yang sudah dibahas di post yang lalu, bahwa hasil dari suatu
perekayasaan adalah sebuah dokumen resmi yang disebut rerangka konseptual. Dan kalau kemarin kita mengetahui bahwa
ternyata suatu pelaporan keuangan harus melewati suatu proses yang cukup
panjang berupa 'perekayasaan', maka
sekarang kita akan lebih terkejut lagi setelah mengetahui bahwa rerangka
konseptual yang merupakan hasil dari perekayasaan sekaligus menjadi landasan
bagi pelaporan keuangan, ternyata juga
telah melewati perjalanan yang panjang dalam perumusannya.
Yups... Karena ternyata eh ternyata😱, RK alias rerangka konseptual, seperti RK FASB
misalkan, haruslah memenuhi empat komponen utama. Keempat komponen itu berupa tujuan, karakter kualitatif informasi, elemen
keuangan, dan pengukuran pengakuan.
Salah satu komponen utama yang
terpenting adalah tujuan pelaporan. Bagaimana tidak, tanpa adanya tujuan
maka tidak akan dapat ditentukan konsep, isi, jenis, dan susunan statemen
keuangan yang tepat dan sesuai. Adapun
dalam hal tujuannya, dan karena pelaporan tersebut disini dianggap sebagai
teknologi, maka tujuan sosial dan
masyarakat Negara harus dimaksudkan sebagai tujuan dari pelaporan keuangan itu
sendiri. Nah.. dari tujuan negara tadi, maka akan dijabarkan menjadi beberapa
tujuan. Yaitu tujuan fungsional, tujuan bersama, dan tujuan kelompok dominan.😇
Komponen berikutnya adalah karakteristik
kualitatif informasi. Hal ini dianggap amatlah penting untuk mengetahui
apakah suatu objek layak untuk disajikan dalam bentuk laporan keuangan. Adapun karakteristik kualitatif informasi ini
harus melalui penalaran, pertimbangan dan perumusan yang mana hasilnya
dituangkan FASB dalam suatu hirearki.👇👇
Komponen yang tak kalah
pentingnya adalah elemen statemen keuangan. Masih teringat tentunya akan akuntansi dan
informasi semantik. Informasi semantik berupa menuangan beberapa hal bermakna
dalam penyimbolan. Penyimbolan inilah yang
diwujudkan dalam bentuk elemen-elemen statement keuangan. Elemen-elemen tersebutlah yang akan
menggambarkan posisi keuangan suatu entitas. Dari banyak elemen spesifik, 3
elemenlah yang paling dapat menggambarkan posisi keuangan entitas adalah aset,
kewajiban, dan ekuitas. Dan elemen posisi keuangan tersebut, dapat berubah karena adanya transaksi, kejadian, dan keadaan yang mempengaruhi
entitas itu sendiri. Selain itu beberapa elemen juga dapat mempengaruhi posisi
keuangan. Perubahan tersebut secara detail
dapat dijelaskan dalam bagan berikut:👇
Than next... masih ingat kan,di
bab sebelumnya kita membahas bahwa suatu objek yang dilaporkan dalam RK harus
menyangkut akan...?? Yups..😁 definisi, pengukuran, pengakuan dan penyajian. Jadi,
sebelum disajikan, sebuah elemen statemen keuangan juga harus melalui proses
pengukuran dan pengakuan. Nah.. yang disebut dengan pengukuran disini adalah
pengukuran jumlah rupiah yang akan disajikan elemen keuangan dalam suatu seperangkat
statemen keuangan. Pengukuran yang juga memandang 3 komponen sebelumnya ini,
akan mempengaruhi atribut apa yang akan dipakai. Contoh ketika
pencatatan mesin, maka kita akan mencatat nilai sisa potensi misalkan, maka
disini kita akan memakaikan atribut pengukuran sejumlah dengan kos historis
mesin tadi.
Lah lalu apa hubungannya dengan
pengakuan??😕 Pengakuan merupakan pembahasan tentang penyajian informasi
yang telah diukur tadi. Hal ini misalkan, apakah informasi tadi akan disajikan
dalam statemen keuangan atau media lain? Atau kapan sebuah informasi dapat
disajikan, akankah sebuah transaksi diakui saat barang sudah sampai kepada
perusahaan yang dituju atau di waktu yang lain? Dan untuk semua itu pengakuan menggunakan
4 kriteria untuk menetapkannya, yaitu definisi, keterukuran, keberpautan,
dan keterandalan.
Untuk info tambahan, dalam
akuntansi tidak hanya ada satu model RK loh... akan tetapi, disini lebih banyak
disoroti akan RK FASB. Karena dalam kenyataannya, model buatan Amerika ini
sangat berpengaruh pada model-model lain yang ada di berbagai negara. Nah..
karena banyaknya model yang ada saat ini, maka itu akan memudahkan untuk
melakukan transfer teknologi akuntansi (sekali lagi, karena dengan adanya
perekayasaan dan wjud RK ini, berarti akuntansi disini disamakan dengan
penalaran logis dan dianggap sebagai teknologi).😇
Dan dengan demikian, sampailah
kita di penghujung tulisan saya kali ini. Semoga bermanfaat yah...!! Dan tidak
lupa pula saya sampaikan, bahwa tulisan ini hanyalah sebatas rangkuman, jadi
untuk selengkapnya bisa dibuka dalam buku teori akuntansi karya Suwarjono. Then for
the last time, Thanks karena udah mau membaca tulisan saya yang cukup memusingkan mata begini..😅😅. And See ya next post..!!👋👋
Wassalamu'alaikum Wr.Wb.
Minggu, 26 Maret 2017
Perekayasaan Pelaporan Keuangan....
Assalamu'alaikum Wr Wb..
Minna....
Ko..ni..chi..wa...!!👋👋
Hehehe..
Nongol lagi nih saya nya..!!😄 Eits.. Jangan bosen dulu ya buat main kesini..!
Coz, for this post nih... Mimin mau ngejelasin lagi tentang teori akuntansi
yang udah mimin jabarkan lumayan panjang kali lebar di post-post sebelumnya.😲
Dan sekarang bisa dibaca donk judul diatas..?? Yups... post kali ini bakal
mimin isi tentang Perekayasaan Pelaporan Keuangan.
Just
for info.. di buku Teori Akuntansi ini, akuntansi didefinisikan sebagai
teknologi sehingga teori akuntansi disini dimaknai sama dengan penalaran logis.
Dan dengan itu, penulis buku ini mendefinisikan akuntansi sebagai seperangkat
pengetahuan yang mempelajari perekayasaan penyediaan jasa secara
nasional berupa informasi keuangan kuantitatif dan cara penyampaian informasi
tersebut kepada pihak yang berkepentingan guna pengambilan keputusan ekonomik.
Nah pengetahuan perekayasaan inilah yang nantinya mewujudkan dirinya dalam
bentuk mekansme pelaporan keuangan.
Selain
itu, dalam definisi diatas disebutkan tentang keputusan ekonomik. Adapun
keputusan ekonomik negara adalah alokasi sumber daya ekonomik secara efektif
dan efisien untuk mencapai kemukmuran masyarakat yang optimal. Dan untuk itulah
pelaporan keuangan nasional harus direkayasa agar tercipta adanya pengendalian
SD secara automatis. Dalam pelaporan keuangan itu sendiri, pengendalian
semacam itu dicapai dengan penetapan sebuah pedoman yang disebut dengan PABU
(prinsip akuntansi berterima umum).
PROSES PEREKAYASAAN
Sebelumnya..
pelaporan keuangan merupakan struktur dan proses akuntansi yang digambarkan
didalamnya, bagaimana informasi keuangan disediakan dan dilaporkan agar dapat
mencapai tujuan ekonomi dan sosial negara.
Struktur yang dimaksud diatas adalah unsur-unsur yang terlibat dan
terpengaruh dalam penentuan informasi keuangan. Adapun unsur-unsur
tersebut meliputi pihak yang terlibat seperti penyusun standar
profesi, pemerintah, manajer, akuntan publik, dan lain sebagainya, dan juga sarana
yang membentuk struktur akuntansi seperti peraturan pemerintah, standar
akuntansi, laporan keuangan, dan juga konvensi pelaporan.
Sedangkan
proses yang dimaksud adalah bagaimana pihak-pihak dan sarana-sarana
pelaporan bekerja dan saling berinteraksi yang lalu menghasilkan informasi
keuangan diwujudkan dengan laporan/statemen keuangan.
Gambar
diatas menggambarkan proses perekayasaan pelaporan keuangan. Adapun tujuan
ekonomik dan sosial negara berada di atas dan dijabarkan dalam tujuan pelaporan
keuangan, agar tujuan akuntansi secara sendirinya akan membantu tercapainya
tujuan negara. Sedangkan pertanyaan-pertanyaan
yang ada di kotak ketiga merupakan pertanyaan perekayasaan, yang mana
jawabannya akan berguna untuk pemilihan dan pertimbangan gagasan.
Dan adapun
proses perekayasaan ini merupakan proses untuk menjawab pertanyaan
mendasar tentang bagaimana suatu kegiatan operasional disimbolkan dalam bentuk
statemen keuangan. Sehingga orang yang dituju dapat membayangkan proses
operasi perusahaan atau organisasi secara finansial tanpa harus melihatnya
langsung dalam bentuk fisis.
Proses
perekayasaan bukanlah sesuatu yang dikerjakan peroangan, akan tetapi merupakan upaya
tim yang membutuhkan kedisiplinan intelektual dan kekuatan politik,
karena perekayasaan ini merupakan suatu proses yang serius dan hasilnya akan
berdampak panjang dan luas. Dan karena itu, idealnya, suatu badan legislatif akan
membentuk sebuah tim dibawah kendalinya untuk melakukan perekayasaan di tingkat
nasional.
Proses
perekayasaan ini juga termasuk dalam proses semantik. Masih ingat kan
apa itu semantik? Yups.. proses semantik merupakan proses menyimbolkan, yang
dalam hal ini menyimbolkan obyek fisis dari perusahaan atau organisasi dalam
statemen keuangan. Model yang sekarang dikenal adalah penyimbolan dengan sepuluh
elemen (panel B), yaitu: aset, kewajiban, ekuitas, pendapatan, biaya,
untung, rugi, investasi pemilik, distribusi ke pemilik, dan laba komprehensif.
Nah..
untuk menadapatkan hasil berkualtas tinggi, maka proses perekayasaan ini harus
dilakukan secara saksama. Dan berikut ini merupakan proses saksama yang
dilakukan FASB dalam menysusn sebuah pernyataan resmi:
- Mengevaluasi masalah
- Mengadakan riset dan analisis
- Menyusun dan mendistribusikan memorandum diskusi pada tiap pihak berkepentingan
- Mengadakan public hearing akan masalah yang disampaikan dalam memorandum diskusi
- Menganalisis dan mempertimbangkan tanggapan publik
- Menerbitkan draf awal standar (ED)
- Menganalisis dan mempertimbangkan tanggapan akan ED
- Memutuskan penerbitan stitem statemen
- Menerbitkan statemen yang bersangkutan
KONSEP INFORMASI AKUNTANSI
Tidak
setiap angka yang ada merupakam informasi. Angka yang tidak memilki makna atau
nilai bagi pembacanya tidak dapat dikatakan informasi. Lalu, nilai seperti apa
yang harus dimilki? Ya.. nilai informasi yang dimaksudkan disini
merupakan kemampuan meningkatkan pengetahuan dan keyakinan pemakainya dalam
mengambil keputusan.
Statemen
keuangan dapat diibaratkan seperti sebuah kalimat, yaitu berisi elemen-elemen
yang tidak dapat dipahamni maksudnya kecuali bila bentuk, isi, dan susunannya telah
sesuai dengan pedoman tertentu. Dalam akuntansi pedoman yang digunakan
adalah PABU.
RERANGKA KONSEPTUAL
Masih
ingat yang dibahas diatas tadi? Diatas, di bagian proses perekayasaan, ada yang
disebut dengan pertanyaan perekayasaan bukan?... Nah, jawaban atas pertanyaan
tadi akan menjadi gagasan. Dan gagasan-gagasan ini akan dijadikan konsep-konsep
terpilih yang lalu akan dituang dalam sebuah dokumen resmi yang disebut
dengan rerangka konseptual.
Adanya
rerangka konseptual bertujuan untuk melindungi dari politisasi untuk kepentingan
pihak yang tidak semestinya yang akan berdampak dikorbankannya kepentingan
umum. Adapun bila terjadi politsasi, maka politisasi harus diartikan
bahwa akuntansi sengaja diarahkan untuk mencapai tujuan negara.
Rerangka
konseptual tidak hanya ada dalam satu model. akan tetapi salah satu model yang
paling terkenal adalah model rerangka konseptual yang dikembangkan oleh FASB
yang memuat empat komponen penting, yaitu:
- Tujuan pelaporan keuangan
- Kriteria kualitas informasi
- Elemen-elemen statemen keuangan
- Pengukuran dan pengakuan
Empat komponen diatas lalu dituangkan dalam
beberapa dokumen resmi yang disebut SFAC atau Statement of Financial Accounting
Concept. Dan.. Selain model yang dikembangkan oleh FASB, ada juga rerangka
konseptual yang dikembangkan oleh IASC yang komponennya mirip dengan
komponen versi FASB.
PRINSIP AKUNTANSI BERTERIMA UMUM
Perlu
diketahui bahwa rerangka konseptual yang berfungsi semcam konstitusi hanya
memuat konsep umum saja, yang kemudian dinggap sebagai konstitusi akuntansi di
suatu negara. Dan karena itu lah konstitusi tersebut harus dijabarkan dalam
bentuk ketentuan atau pedoman operasional agar dapat berpengaruh secara langsung
terhadap praktik dan perilaku.
Pedoman
ini dapat berasal dari standar akuntansi yang ditetapkan resmi oleh pemerintah
atau dapat juga diambil dari pedoman-pedoman yang baik dan banyak dipraktikan. Kedua
pedoman tersebut secara keseluruhan membentuk suatu rerangka pedoman
operasional yang disebut generally accepted accounting principles (GAAP)
atau prinsip akuntansi berterima umum (PABU).
Mengapa kriteria kewajiban penyajian statemen
keuangan adalah PABU dan bukan SAK?
- Karena tidak semua ketentuan perlakuan akuntansi dapat dituangkan dalam bentuk standar akuntansi
- Bila SAK dijadikan kriteria dan dinyatakan dalam laporan auditor, dikhawatirkan akan kewajaran hanya bersifat formal dan tidak substansif
- Untuk mendapatkan kualitas tinggi, ukuran kewajaran harus berupa rerangka pedoman yang komprehensif dan meliputi aspek teknis dan konseptual
Catatan
yang harus digaris bawahi disini adalah perbedaan antara tiga istilah penting. Yang
pertama prinsip akuntansi yang
dimaknai sebagai segala gagasan, konsep, kaidah, prosedur, atau teknik
akuntansi yang tersedia dan berfungsi sebagai pengetahuan. Lalu ada istilah standar
akuntansi yaitu konsep, prinsip, metode, teknik yang sengaja dipilih atas
dasar rerangka konseptual oleh badan penyusun standar untuk diberlakukan dalam
lingkungan dan dituangkan dalam bentuk dokumen resmi. Dan yang terakhir adalah PABU
yang dimaknai sebagai suatu rerangka pedoman terdiri atas standar akuntansi
dan sumber lain yang yuridis, teoritis, dan praktis.
PABU
terdapat pada beberapa versi. Diantaranya PABU versi APB yang disebut
sebagai pedoman operasional dalam praktik akuntansi. Lalu PABU versi Rubin
yang digambarkan dalam suatu bentuk rumah dan merupakan cara menyajikan secara
visual pengertian PABU sebagai rerangka pedoman AICPA. Dan ada juga PABU
versi SAS No. 69 yang mendeskripsi PABU sebagai dua hirearki pararel, yang
mana salah satunya untuk entitas nonkepemerintahan dan satu lainnya untuk
entitas kepemerintahan. Dan yang terakhir PABU versi SPAP yang membatasi
PABU untuk entitas nonkepemerintahan sehingga ukuran kewajaran untuk entitas
kepemerintahan belum jelas.
PABU
juga menetapkan pedoman untuk memeperlakukan suatu objek yang harus
dilaporkan yang menyangkut hal-hal berikut:
- Definisi. Memberi batasan definisi bebrapa elemen statemen keuangan sehingga terhindar dari kesalahan klarifikasi oleh penyusun dan kesalahan interupsi oleh pemakai.
- Pengukuran/penilaian. Penentuan jumlah rupiah yang harus dilekatkan pada suatu objek dalam transaksi keuangan.
- Pengakuan. Atau pencatatan suatu jumlah dalam sistem akuntansi dan akan mempengaruhi suatu pos dalam laporan keuangan.
- Penyajian atau penetapan cara pelaporan elemen dalam statemen keuangan, dan pengungkapan atau cara pembeberan/pejelasan hal-hal informatif yang penting dan bermanfaat selain yang dinyatakan dalam statemen keuangan utama.
Secara
teori, rerangka konseptual seharusnya merupakan fundasi rerangka ke PABU. Akan tetapi
dalam beberapa versi PABU, rerangka konseptual malah ditempatkan pada
tingkat yang kurang autoritatif. Hal ini dikarenakan rerangka
konseptual biasanya disusun setelah banyak standar akuntansi terbit. Selain itu,hal
ini juga bertujuan agar publik tidak dapat begitu saja mengganti standar
yang tidak sesuai dengan rerangka konseptual.
Bila
proses perekayasaan telah selesai dan sudah diaplikasikan, PABU juga telah
ditentukan, dan pelaporan keuangan juga telah berlangsung, maka pengertian dan
teori akuntansi dapat digambarkan dalam suatu diagram yang disebut struktur
akuntansi .
Hal penting
yang digambarkan dalam strukutur akuntasi adalah fungsi auditor independen. Auditor
independen ini berperan sebagai pengaudit apakan statemen keuangan telah sesuai
dengan PABU, yang dalam hal ini ia harus memenuhi suatu standar yang disebt
dengan standar pengauditan berterima umum (StaPBU). Dan adapun hasil dari audit
tersebut akan dituangkan dalam suatu laporan auditor.
Nah..
cukup segini aja dulu yah...?? Udah berasap kah otaknya..??😅😅😅 Hahaha.. dikira
konslet kali ya?😁😁
And.. itu tadi lah teori akuntansi bab perekayasaan pelaporan
keuangan.
Apa?? Kurang panjang????😱😱
Mau yang lebih panjang bisa dibaca sendiri di
bukunya yah...!!😂
Dan masih seperti yang kemarin-kemarin, materi ini mimin rangkum
dari buku Teori Akuntansi Perekayasaan Pelaporan Keuangan Edisi Ketiga yang
ditulis Suwarjono, terbitan BPFE Yogyakarta.. Bukan promosi lo ya...😅 Cuma
sekedar referensi aja...
Then... For the last... Thanks.. and see u next post..!!😄 👋👋
Wassalamu'alaikum Wr Wb....
Langganan:
Komentar (Atom)






