Minggu, 11 Juni 2017

AKUNTANSI UNTUK PERUBAHAN HARGA

Assalamu'alaikum..

Yah.. nongol lagi.. Tapi kali ini kita akan membahas tentang bab terakhir dari buku kita tercinta ini..😢 (G usah lebay deh..). Than, just check this out..



Than..Thats all 4 this time.. Thank u 4 u'r attention.. ang see ya in another lesson..!!!

Wassalamu'alaikum..

PENGUNGKAPAN DAN SARANA INTERPRETIF

Assalamu'alaikum...

Hmm.. Ud g terasa puasa berjalan setengah bulan yak?? Ok..Karena waktu sangat cepat berlalu, maka g terasa juga kalau materi Teori Akuntansi kita ud hampir habis nih... And langsung aj y?? Check this out..
 Than.. thats all for this time.. Thanks..

Wassalamu'alaikum.. See ya..!!

Minggu, 28 Mei 2017

EKUITAS...

Assalamu'alaikum..

Yah... weekend lagi.. Lgi pda apa nih?? Puasa kah? Buka kah? Sahur kah? Yah.. pokoknya selamat berpuasa aj buat yg menjalankan.. Ok?? Tpi meski puasa, ndak berarti tiduran seharian aj yah? Kyak hri ini nih.. saya akan sedikit men-share tentang mind map Ekuitas.. Penasaran? Then Just Check it out...


Nah.. mungkin itu saja dari saya kali ini..Semoga bermanfaat. dan see you next time..

Wassalamualaikum...

Minggu, 21 Mei 2017

LABA

Assalamu'alaikum.....
Gmn kbarnya ini..??  Mm..  Pasti lgi pd nikmatin detik2 terakhir weekend ini y??  Ok.  Kalo gitu,  sembari menikmati weekend, g ada salahnya bukan kalo sambil sedikit belajar TA??  Coz, kali ini saya akan membawakan sedikit tentang LABA.. Apa sih sebenernya laba itu?  Penasaran?  Then lets check this out.!




Nah..  Itu tadi sedikit tentang Laba..  Semoga bermanfaat..  And see u next time..!! 😀😀
Wassalamualaikum.. 

Minggu, 14 Mei 2017

_Biaya_

Assalamu'alaikum.......!!

Jiah...!! weekend dateng lagi.. dan itu berarti saatnya saya nge post lagi disini..😁. Dan untuk kali ini akan saya jelaskan sedikit tentang peta konsep akan materi kita kali ini, yaitu: BIAYA. Untuk selengkapnya, lets check this out..!!


Ok, itu tadi sekelumit tentang peta konsep akan materi teori akuntansi, 'BIAYA'. semoga bermanfaat bagi semua...

Wassalamu'alaikum...!!

Sabtu, 06 Mei 2017

Pendapatan???

Hai..hai..hai..!!!

Tak terasa.. weekend datang lagi.. Itu berarti waktunya saya menulis di blog ini lagi.. Wokeh!! Langsung aja saya akan jelaskan tentang peta konsep kita kali ini yaitu mengenai PENDAPATAN..
Lets. check this out!!!...



Dan itu tadilah sekelumit tentang peta konsep dari saya.. Semoga Bermanfaat.. Thanks! and see you next time..!!!

Jumat, 28 April 2017

Kewajiban

Assalamu'alaikum.....👋

Yah.... Gimana ini kabarnya...??? Abis pada UTS kah...???🙀 Yah.. apa yang sudah berlalu.. biarlah berlalu.... Biarlah itu semua jadi pelajaran di masa yang akan yang datang yahh???😇


Nah, karena sekarang saya sudah balik lagi. so,lets we learn together.. Kali ini saya akan memberi sedikit tentang peta konsep pelajaran kita di bab 7 yang berjudul 'Kewajiban'.....😼


Jadi sekian.... Semoga bermanfaat untuk kita semua yah... kalaupun ada keanehan.. mohon dimaklumi..😂 (Kan masih newbie...).. Then, see you next post..👋

Wassaalamu'alaikum.......

Minggu, 16 April 2017

Aset.......?????

Yo..minna..!!👋😂 Semoga belum bosen yah buat mampir disini.. Coz this post will deliver u something about assets.😲 Dan seperti yang sudah kita bahas di post yang lalu ya.., aset merupakan salah satu elemen daripada rerangka konseptual. Kata aset memang tidak asing lagi di telinga kita yah?? Kayaknya sudah tak terhitung lagi berapa kali kita menuliskan kata aset.. Tapi tahukah apa aset itu..?? Kriteria apa saja yang membuat sesuatu dikatakan sebagai aset? Nah.. Hal-hal semacam itulah yang ingin penulis sampaikan di post kali ini.. Udah siap..??? Ok.. Lets go..!!!!!! 😉

Seperti yang diketahui, aset merupakan salah satu elemen neraca yang dapat dihubungkan dengan elemen kewajiban dan ekuitas. Kalau didefinisikan, FASB menyebutkan bahwa aset merupakan manfaat ekonomi masa datang yang cukup pasti yang diperoleh atau dikuasasi/dikendalikan oleh suatu entitas sebagai akibat transaksi atau kejadian masa lalu.

Nah dari definisi diatas, bisa disimpulkan juga bahwa aset memiliki 3 kriteria utama. 3 kriteria utama tersebut adalah adanya manfaat ekonomik yang dapat diukur kemampuannya di masa datang untuk mendatangkan pendapatan atau kas. Lalu kriteria berikutnya adalah dikuasai oleh entitas, yang mencakup kemampuan entitas tersebut untuk mendapatkan, memelihara, menukar, dan menggunakan manfaat ekonomiknya. Dan yang terakhir adalah akibat transaksi atau kejadian masa lalu.
Disamping kriteria-kriteria utama diatas, ada juga beberapa karakteristik pendukung. Karakteristik pendukung ini bukanlah sesuatu yang harus dipenuhi untuk memasukkan suatu objek menjadi aset, akan tetapi karakteristik ini dapat meyakinkan akan adanya aset tersebut. Diantaranya adalah melibatkan kos sebagai adanya penghargaan kesepakatan, berwujud, dapat ditukarkan dengan sumber daya ekonomik lainnya, terpisahkan dari sumber ekonomik lainnya, dan berkekuatan hukum. Adapun karakteristik berwujud dan terpisahkan bukanlah kriteria untuk mendefinisikan suatu objek menjadi aset, hal ini mengingat adanya aset tak berwujud seperti halnya goodwill yang tidak dapat dilihat wujud fisisnya dan tidak dapat dipisahkan dari sumber ekonomik lain.

Dalam konsep kontinuitas usaha, suatu sumber ekonomik akan mengalami 3 tahapan perlakuan yaitu pemerolehan, pengolahan, dan penjualan. Dan untuk dapat dituangkan sebagai sebuah informasi, maka suatu objek haruslah diartikan dalam bentuk kos. Dan karena itulah, suatu kos akan mendapat pula 3 tahap perlakuan yang mengikuti tahapan sumber ekonomik tadi. Tahapan tersebut merupakan pengukuran, penelusuran, dan pembebanan. Kos sendiri dalam teknisnya, biasa dicatat sebagai biaya atau aset. Bila dicatat sebagai aset, kos dianggap sebagai pengeluaran untuk kapital (capital expenditures). Dan bila dicatat sebagai biaya, kos dimasukkan dalam kategori pengeluaran untuk pendapatan (revenue expenditures). Meski dicatat sebagai biaya, kos juga sebenarnya telah dianggap sebagai aset, meski dalam sekejab saja.

Selain itu, kos utama yang melekat pada aset juga ditentukan dengan cara yang yang unik tergantung pada transaksi yang dijalankan. Akan tetapi pada dasarnya, kos yang melekat pada aset tersebut dapat ditentukan dengan batas kegiatan pemerolehan dan jenis penghargaan. Untuk perhargaan itu sendiri, dalam suatu transaksi, biasanya kos tunai merupakan alat pengukur paling valid. Akan tetapi bila transaksi merupakan pertukaran dengan barang atau jasa lain (barter) maka kos merupakan jumlah rupiah implisit yang terkandung dalam wujud perhargaan yang diberikan. Adapun bila aset diperoleh tanpa ada perhargaan seperti halnya hadiah, maka kos aset ditentukan atas dasar kos tunai yang terkandung dalam aset yang diterima tersebut.

Setelah diukur, dan ditentukan kos nya, maka aset akan disajikan dan diungkapkan dalam pelaporan keuangan. Adapun PABU memberi pedoman untuk penyajian aset tersebut. Pedoman itu meliputi sebagai berikut:
  1. Aset disajikan di sisi debit neraca akun atau disisi atas dalam neraca berformat laporan
  2. Aset diklasifikasikan menjadi aset tetap dan aset lancar
  3. Aset diurutkan penyajiannya atas dasar kelancarannya
  4. Kebijakan akuntansi yang berkaitan dengan pos tertentu harus diungkapkan. Seperti halnya depresiasi.
Yups... cukup sekian dulu ya.. seperti biasa, semoga yang coba penulis tuliskan dapat berguna bagi semua. And have a nice holiday.... yah.. jarang-jarang kan, bisa weekend-an 3 hari...😁 so then see you next time!!!!👋👋

Jumat, 07 April 2017

Konsep Dasar.....



Hai hai hai...!!👋 seperti biasa yah.. di weekend yang indah ini saya mau bagi-bagi nih...😍😱 Eits.. bukan bagi-bagi duit yah..😩😭 tapi bagi-bagi ilmu..!! Hihihi.... Lah tapi katanya ilmu lebih berharga dari emas??😇 Gimana si..??

Ok.. langsung aja, untuk my post kali ini saya akan menjelaskan sedikit banyak tentang konsep dasar. Maksudnya disini adalah konsep dasar pelaporan keuangan. Mau tau lebih lanjut? So then check this out..!!!👇👇

Konsep dasar merupakan konsep atau abstraksi akan suatu lingkungan wilayah diterapkannya pelaporan keuangan.  Nah ternyata tentang konsep dasar yang dipakai ini masih belum serempak loh...  Contohnya saja Paul Grandy yang merumuskan sebanyak 10 konsep dasar..!!😱 Termasuk didalamnya hak milik pribadi,  padahal Sumber lain tidak menyebutkan  kalau hal tersebut merupakan konsep dasar.  Ada lagi APB yang merumuskan 13 konsep dasar...!!😱  Akan tetapi untuk IAI sendiri mengadopsi rerangka konseptual dari IASC,  sehingga konsep dasarnya pun mengikuti IASC, yaitu Basis Akrual dan Usaha Berlanjut.

Nah sedangkan dalam buku Teori Akuntansi Suwardjono ini sendiri menganggap konsep dasar yang dikemukakan oleh Paton dan Littleton alias P&L dianggap cukup lengkap dan dapat diajukan sebagai bahan pembelajaran.  Adapun konsep dasar menurut P&L ini terdiri dari 7 konsep.  Pertama adalah kesatuan usaha yang juga berartian bahwa perusahaan disini dianggap sebagai suatu kesatuan yang berdiri sendiri dan terlepas dari pemilik ataupun pihak lain yang menginvestasikan dananya dalam perusahaan tersebut. Tapi antara perusahaan dan pemilik masih memiliki hubungan,  tetapi sebatas hubungan bisnis saja.  Hal ini nantinya berdampak pada banyak hal seperti batas kesatuan,  ekuitas yang secara konsep dianggap sebagai utang dan kewajiban perusahaan pada pemilik, pengertian kas sebagai pendapatan penambah ekuitas dan biaya yang mengurangi ekuitas, sistem berpasangan, artikulasi, dan persamaan akuntansi.

Kedua, ada konsep kontinuitas usaha yang menurut saya sama dengan usaha berlanjut.  Yang berarti usaha itu akan berlanjut hingga ke depannya dengan asumsi tidak ada likuidasi atau pembubaran di masa mendatang. Lalu,  ketiga,  penghargaan sepakatan.  Yang dimaksud perhagaan sepakatan disini merupakan jumlah rupiah yang ada di setiap transaksi.  Nah..  Pada konsep ini hal tersebut merupakan objek paling mendasar dalam akuntansi dan merupakan objek terbaik untuk mengukur Sumber daya ekonomi perusahaan.

Keempat, kos melekat yang berartikan bahwa kos, atau yang secara salah bahasa sering dikatakan sebagai biaya,  melekat pada objeknya.  Sehingga dapat dipecah, dibagi, dan digabungkan lagi mengikuti objeknya tersebut. Kelima, konsep upaya dan hasil.  Dalam konsep ini,  biaya merupakan upaya akan perolehan hasil yang berupa pendapatan dengan kata lain,  pendapatan timbul karena adanya biaya yang dikeluarkan.  Sehingga saat suatu kesatuan usaha melalukan kegiatan produksi dan mengeluarkan biaya, maka saat itulah terbentuk pendapat meski belum ada realisasinya.

Keenam, bukti terverifikasi dan objektif.  Yang berarti sebuah informasi akan dianggap bermanfaat dan dapat diandalkan bila disertai dengan bukti-bukti yang objektif dan dan diuji kebenarannya.  Adapun bukti yang ada harus dievaluasi berdasarkan kondisi,  sehingga keobjektivitas disini bukanlah bersifat mutlak tetapi bersifat relatif.

Oh ya.. Seperti halnya konsep dasar yang pertama,  kelima konsep dasar selanjutnya juga memiliki pengaruh pada banyak hal yah..  Apa?? 😨 Kurang satu??  Ah ya...😅 yang terakhir ada asumsi.  Asumsi disini ternyata sebenarnya bukan sebuah konsep dasar,  melainkan penjelasan bahwa keenam konsep dasar sebelumnya merupakan asumsi atau didasarkan pada sebuah asumsi.

Oke,  jadi itu tadi yah..  Secuil tentang konsep dasar.  Sebelum closing, sebenarnya apa sih manfaat dari konsep dasar ini?  Yups..  Konsep dasar ini bermanfaat untuk melandasi penalaran pada perekayasaan akuntansi,  tetapi biasanya konsep dasar ini lebih banyak bermanfaat bagi penyusun standar akuntansi untuk berargumen dalam menentukan konsep,  prinsip yang akan dijadikannya sebagai standar.

Jadi cukup jelas yah.?? Then, sekarang saya akhiri dulu ya, tulisan kali ini..😁  See ya next post..!!👋

Sabtu, 01 April 2017

Rerangka Konseptual



Assalamu'alaikum Wr. Wb.

Hallo...👋Hi...👋Konichiwa...👋Annyeong...👋 Bounjour...👋 emm apa lagi yah?? 😕

April Mobb...!!?? Yah.. Tak terasa udah di bulan april aja..😁 tapi munculnya saya disini bukannya mau merayakan april mobb yah.. (karena keyakinan saya memang untuk tidak melakukannya,🙏 jadi silahkan dijalani dengan keyakinan masing-masing aja lah y...???😸). Nah daripada ngerjain orang lain, saya lebih memilih untuk ngerjain tugas..😲 Hehehe.. sekalian share ilmu maksud saya....

Ok.. langsug aja...di post yang lalu telah saya sajikan tentang perekayasaan pelaporan keuangan. Masih ingat kan ya, yang dibahas disana? Yang mulai mengelupas ingatannya, bisa ditempelin lagi ya??😂 Yups.. karena pembahasan kita kali ini, kurang lebih akan menyangkut banyak hal dari materi sebelumnya. 

For this post i’ll explain about conceptual framework alias rerangka konseptual.  Dan seperti yang sudah dibahas di post yang lalu, bahwa hasil dari suatu perekayasaan adalah sebuah dokumen resmi yang disebut rerangka konseptual.  Dan kalau kemarin kita mengetahui bahwa ternyata suatu pelaporan keuangan harus melewati suatu proses yang cukup panjang berupa 'perekayasaan',  maka sekarang kita akan lebih terkejut lagi setelah mengetahui bahwa rerangka konseptual yang merupakan hasil dari perekayasaan sekaligus menjadi landasan bagi pelaporan keuangan,  ternyata juga telah melewati perjalanan yang panjang dalam perumusannya.

Yups...  Karena ternyata eh ternyata😱,  RK alias rerangka konseptual, seperti RK FASB misalkan, haruslah memenuhi empat komponen utama.  Keempat komponen itu berupa tujuan,  karakter kualitatif informasi, elemen keuangan, dan pengukuran pengakuan. 

Salah satu komponen utama yang terpenting adalah tujuan pelaporan. Bagaimana tidak, tanpa adanya tujuan maka tidak akan dapat ditentukan konsep, isi, jenis, dan susunan statemen keuangan yang tepat dan sesuai.  Adapun dalam hal tujuannya, dan karena pelaporan tersebut disini dianggap sebagai teknologi,  maka tujuan sosial dan masyarakat Negara harus dimaksudkan sebagai tujuan dari pelaporan keuangan itu sendiri. Nah.. dari tujuan negara tadi, maka akan dijabarkan menjadi beberapa tujuan. Yaitu tujuan fungsional, tujuan bersama, dan tujuan kelompok dominan.😇

Komponen berikutnya adalah karakteristik kualitatif informasi. Hal ini dianggap amatlah penting untuk mengetahui apakah suatu objek layak untuk disajikan dalam bentuk laporan keuangan.  Adapun karakteristik kualitatif informasi ini harus melalui penalaran, pertimbangan dan perumusan yang mana hasilnya dituangkan FASB dalam suatu hirearki.👇👇


Komponen yang tak kalah pentingnya adalah elemen statemen keuangan.  Masih teringat tentunya akan akuntansi dan informasi semantik. Informasi semantik berupa menuangan beberapa hal bermakna dalam penyimbolan.  Penyimbolan inilah yang diwujudkan dalam bentuk elemen-elemen statement keuangan.  Elemen-elemen tersebutlah yang akan menggambarkan posisi keuangan suatu entitas. Dari banyak elemen spesifik, 3 elemenlah yang paling dapat menggambarkan posisi keuangan entitas adalah aset, kewajiban, dan ekuitas. Dan elemen posisi keuangan tersebut,  dapat berubah karena adanya transaksi,  kejadian, dan keadaan yang mempengaruhi entitas itu sendiri. Selain itu beberapa elemen juga dapat mempengaruhi posisi keuangan.  Perubahan tersebut secara detail dapat dijelaskan dalam bagan berikut:👇


Than next... masih ingat kan,di bab sebelumnya kita membahas bahwa suatu objek yang dilaporkan dalam RK harus menyangkut akan...?? Yups..😁 definisi, pengukuran, pengakuan dan penyajian. Jadi, sebelum disajikan, sebuah elemen statemen keuangan juga harus melalui proses pengukuran dan pengakuan. Nah.. yang disebut dengan pengukuran disini adalah pengukuran jumlah rupiah yang akan disajikan elemen keuangan dalam suatu seperangkat statemen keuangan. Pengukuran yang juga memandang 3 komponen sebelumnya ini, akan mempengaruhi atribut apa yang akan dipakai. Contoh ketika pencatatan mesin, maka kita akan mencatat nilai sisa potensi misalkan, maka disini kita akan memakaikan atribut pengukuran sejumlah dengan kos historis mesin tadi.

Lah lalu apa hubungannya dengan pengakuan??😕 Pengakuan merupakan pembahasan tentang penyajian informasi yang telah diukur tadi. Hal ini misalkan, apakah informasi tadi akan disajikan dalam statemen keuangan atau media lain? Atau kapan sebuah informasi dapat disajikan, akankah sebuah transaksi diakui saat barang sudah sampai kepada perusahaan yang dituju atau di waktu yang lain? Dan untuk semua itu pengakuan menggunakan 4 kriteria untuk menetapkannya, yaitu definisi, keterukuran, keberpautan, dan keterandalan.

Untuk info tambahan, dalam akuntansi tidak hanya ada satu model RK loh... akan tetapi, disini lebih banyak disoroti akan RK FASB. Karena dalam kenyataannya, model buatan Amerika ini sangat berpengaruh pada model-model lain yang ada di berbagai negara. Nah.. karena banyaknya model yang ada saat ini, maka itu akan memudahkan untuk melakukan transfer teknologi akuntansi (sekali lagi, karena dengan adanya perekayasaan dan wjud RK ini, berarti akuntansi disini disamakan dengan penalaran logis dan dianggap sebagai teknologi).😇

Dan dengan demikian, sampailah kita di penghujung tulisan saya kali ini. Semoga bermanfaat yah...!! Dan tidak lupa pula saya sampaikan, bahwa tulisan ini hanyalah sebatas rangkuman, jadi untuk selengkapnya bisa dibuka dalam buku teori akuntansi karya Suwarjono. Then for the last time, Thanks karena udah mau membaca tulisan saya yang cukup memusingkan mata begini..😅😅. And See ya next post..!!👋👋

Wassalamu'alaikum Wr.Wb.

Minggu, 26 Maret 2017

Perekayasaan Pelaporan Keuangan....



Assalamu'alaikum Wr Wb..

Minna.... Ko..ni..chi..wa...!!👋👋

Hehehe.. Nongol lagi nih saya nya..!!😄 Eits.. Jangan bosen dulu ya buat main kesini..! Coz, for this post nih... Mimin mau ngejelasin lagi tentang teori akuntansi yang udah mimin jabarkan lumayan panjang kali lebar di post-post sebelumnya.😲 Dan sekarang bisa dibaca donk judul diatas..?? Yups... post kali ini bakal mimin isi tentang Perekayasaan Pelaporan Keuangan. 

Just for info.. di buku Teori Akuntansi ini, akuntansi didefinisikan sebagai teknologi sehingga teori akuntansi disini dimaknai sama dengan penalaran logis. Dan dengan itu, penulis buku ini mendefinisikan akuntansi sebagai seperangkat pengetahuan yang mempelajari perekayasaan penyediaan jasa secara nasional berupa informasi keuangan kuantitatif dan cara penyampaian informasi tersebut kepada pihak yang berkepentingan guna pengambilan keputusan ekonomik. Nah pengetahuan perekayasaan inilah yang nantinya mewujudkan dirinya dalam bentuk mekansme pelaporan keuangan.

Selain itu, dalam definisi diatas disebutkan tentang keputusan ekonomik. Adapun keputusan ekonomik negara adalah alokasi sumber daya ekonomik secara efektif dan efisien untuk mencapai kemukmuran masyarakat yang optimal. Dan untuk itulah pelaporan keuangan nasional harus direkayasa agar tercipta adanya pengendalian SD secara automatis. Dalam pelaporan keuangan itu sendiri, pengendalian semacam itu dicapai dengan penetapan sebuah pedoman yang disebut dengan PABU (prinsip akuntansi berterima umum). 

PROSES PEREKAYASAAN

Sebelumnya.. pelaporan keuangan merupakan struktur dan proses akuntansi yang digambarkan didalamnya, bagaimana informasi keuangan disediakan dan dilaporkan agar dapat mencapai tujuan ekonomi dan sosial negara.
Struktur yang dimaksud diatas adalah unsur-unsur yang terlibat dan terpengaruh dalam penentuan informasi keuangan. Adapun unsur-unsur tersebut meliputi pihak yang terlibat seperti penyusun standar profesi, pemerintah, manajer, akuntan publik, dan lain sebagainya, dan juga sarana yang membentuk struktur akuntansi seperti peraturan pemerintah, standar akuntansi, laporan keuangan, dan juga konvensi pelaporan.
Sedangkan proses yang dimaksud adalah bagaimana pihak-pihak dan sarana-sarana pelaporan bekerja dan saling berinteraksi yang lalu menghasilkan informasi keuangan diwujudkan dengan laporan/statemen keuangan.






Gambar diatas menggambarkan proses perekayasaan pelaporan keuangan. Adapun tujuan ekonomik dan sosial negara berada di atas dan dijabarkan dalam tujuan pelaporan keuangan, agar tujuan akuntansi secara sendirinya akan membantu tercapainya tujuan negara.  Sedangkan pertanyaan-pertanyaan yang ada di kotak ketiga merupakan pertanyaan perekayasaan, yang mana jawabannya akan berguna untuk pemilihan dan pertimbangan gagasan.

Dan adapun proses perekayasaan ini merupakan proses untuk menjawab pertanyaan mendasar tentang bagaimana suatu kegiatan operasional disimbolkan dalam bentuk statemen keuangan. Sehingga orang yang dituju dapat membayangkan proses operasi perusahaan atau organisasi secara finansial tanpa harus melihatnya langsung dalam bentuk fisis.

Proses perekayasaan bukanlah sesuatu yang dikerjakan peroangan, akan tetapi merupakan upaya tim yang membutuhkan kedisiplinan intelektual dan kekuatan politik, karena perekayasaan ini merupakan suatu proses yang serius dan hasilnya akan berdampak panjang dan luas. Dan karena itu, idealnya, suatu badan legislatif akan membentuk sebuah tim dibawah kendalinya untuk melakukan perekayasaan di tingkat nasional.

Proses perekayasaan ini juga termasuk dalam proses semantik. Masih ingat kan apa itu semantik? Yups.. proses semantik merupakan proses menyimbolkan, yang dalam hal ini menyimbolkan obyek fisis dari perusahaan atau organisasi dalam statemen keuangan. Model yang sekarang dikenal adalah penyimbolan dengan sepuluh elemen (panel B), yaitu: aset, kewajiban, ekuitas, pendapatan, biaya, untung, rugi, investasi pemilik, distribusi ke pemilik, dan laba komprehensif.

Nah.. untuk menadapatkan hasil berkualtas tinggi, maka proses perekayasaan ini harus dilakukan secara saksama. Dan berikut ini merupakan proses saksama yang dilakukan FASB dalam menysusn sebuah pernyataan resmi:


  1. Mengevaluasi masalah 
  2. Mengadakan riset dan analisis
  3. Menyusun dan mendistribusikan memorandum diskusi pada tiap pihak berkepentingan 
  4. Mengadakan public hearing akan masalah yang disampaikan dalam memorandum diskusi 
  5.  Menganalisis dan mempertimbangkan tanggapan publik 
  6.  Menerbitkan draf awal standar (ED) 
  7. Menganalisis dan mempertimbangkan tanggapan akan ED 
  8. Memutuskan penerbitan stitem statemen 
  9. Menerbitkan statemen yang bersangkutan

 KONSEP INFORMASI AKUNTANSI


Tidak setiap angka yang ada merupakam informasi. Angka yang tidak memilki makna atau nilai bagi pembacanya tidak dapat dikatakan informasi. Lalu, nilai seperti apa yang harus dimilki? Ya.. nilai informasi yang dimaksudkan disini merupakan kemampuan meningkatkan pengetahuan dan keyakinan pemakainya dalam mengambil keputusan.

Statemen keuangan dapat diibaratkan seperti sebuah kalimat, yaitu berisi elemen-elemen yang tidak dapat dipahamni maksudnya kecuali bila bentuk, isi, dan susunannya telah sesuai dengan pedoman tertentu. Dalam akuntansi pedoman yang digunakan adalah PABU.

RERANGKA KONSEPTUAL

Masih ingat yang dibahas diatas tadi? Diatas, di bagian proses perekayasaan, ada yang disebut dengan pertanyaan perekayasaan bukan?... Nah, jawaban atas pertanyaan tadi akan menjadi gagasan. Dan gagasan-gagasan ini akan dijadikan konsep-konsep terpilih yang lalu akan dituang dalam sebuah dokumen resmi yang disebut dengan rerangka konseptual.

Adanya rerangka konseptual bertujuan untuk melindungi dari politisasi untuk kepentingan pihak yang tidak semestinya yang akan berdampak dikorbankannya kepentingan umum. Adapun bila terjadi politsasi, maka politisasi harus diartikan bahwa akuntansi sengaja diarahkan untuk mencapai tujuan negara.

Rerangka konseptual tidak hanya ada dalam satu model. akan tetapi salah satu model yang paling terkenal adalah model rerangka konseptual yang dikembangkan oleh FASB yang memuat empat komponen penting, yaitu:


  1. Tujuan pelaporan keuangan 
  2. Kriteria kualitas informasi 
  3. Elemen-elemen statemen keuangan 
  4. Pengukuran dan pengakuan


 Empat komponen diatas lalu dituangkan dalam beberapa dokumen resmi yang disebut SFAC atau Statement of Financial Accounting Concept. Dan.. Selain model yang dikembangkan oleh FASB, ada juga rerangka konseptual yang dikembangkan oleh IASC yang komponennya mirip dengan komponen versi FASB.

PRINSIP AKUNTANSI BERTERIMA UMUM

Perlu diketahui bahwa rerangka konseptual yang berfungsi semcam konstitusi hanya memuat konsep umum saja, yang kemudian dinggap sebagai konstitusi akuntansi di suatu negara. Dan karena itu lah konstitusi tersebut harus dijabarkan dalam bentuk ketentuan atau pedoman operasional agar dapat berpengaruh secara langsung terhadap praktik dan perilaku.

Pedoman ini dapat berasal dari standar akuntansi yang ditetapkan resmi oleh pemerintah atau dapat juga diambil dari pedoman-pedoman yang baik dan banyak dipraktikan. Kedua pedoman tersebut secara keseluruhan membentuk suatu rerangka pedoman operasional yang disebut generally accepted accounting principles (GAAP) atau prinsip akuntansi berterima umum (PABU).

 Mengapa kriteria kewajiban penyajian statemen keuangan adalah PABU dan bukan SAK?


  1.  Karena tidak semua ketentuan perlakuan akuntansi dapat dituangkan dalam bentuk standar akuntansi 
  2. Bila SAK dijadikan kriteria dan dinyatakan dalam laporan auditor, dikhawatirkan akan kewajaran hanya bersifat formal dan tidak substansif 
  3. Untuk mendapatkan kualitas tinggi, ukuran kewajaran harus berupa rerangka pedoman yang komprehensif dan meliputi aspek teknis dan konseptual


Catatan yang harus digaris bawahi disini adalah perbedaan antara tiga istilah penting. Yang pertama prinsip akuntansi  yang dimaknai sebagai segala gagasan, konsep, kaidah, prosedur, atau teknik akuntansi yang tersedia dan berfungsi sebagai pengetahuan. Lalu ada istilah standar akuntansi yaitu konsep, prinsip, metode, teknik yang sengaja dipilih atas dasar rerangka konseptual oleh badan penyusun standar untuk diberlakukan dalam lingkungan dan dituangkan dalam bentuk dokumen resmi. Dan yang terakhir adalah PABU yang dimaknai sebagai suatu rerangka pedoman terdiri atas standar akuntansi dan sumber lain yang yuridis, teoritis, dan praktis.

PABU terdapat pada beberapa versi. Diantaranya PABU versi APB yang disebut sebagai pedoman operasional dalam praktik akuntansi. Lalu PABU versi Rubin yang digambarkan dalam suatu bentuk rumah dan merupakan cara menyajikan secara visual pengertian PABU sebagai rerangka pedoman AICPA. Dan ada juga PABU versi SAS No. 69 yang mendeskripsi PABU sebagai dua hirearki pararel, yang mana salah satunya untuk entitas nonkepemerintahan dan satu lainnya untuk entitas kepemerintahan. Dan yang terakhir PABU versi SPAP yang membatasi PABU untuk entitas nonkepemerintahan sehingga ukuran kewajaran untuk entitas kepemerintahan belum jelas.

PABU juga menetapkan pedoman untuk memeperlakukan suatu objek yang harus dilaporkan yang menyangkut hal-hal berikut:


  1. Definisi. Memberi batasan definisi bebrapa elemen statemen keuangan sehingga terhindar dari kesalahan klarifikasi oleh penyusun dan kesalahan interupsi oleh pemakai. 
  2. Pengukuran/penilaian. Penentuan jumlah rupiah yang harus dilekatkan pada suatu objek dalam transaksi keuangan. 
  3. Pengakuan. Atau pencatatan suatu jumlah dalam sistem akuntansi dan akan mempengaruhi suatu pos dalam laporan keuangan. 
  4. Penyajian atau penetapan cara pelaporan elemen dalam statemen keuangan, dan pengungkapan atau cara pembeberan/pejelasan hal-hal informatif yang penting dan bermanfaat selain yang dinyatakan dalam statemen keuangan utama.


Secara teori, rerangka konseptual seharusnya merupakan fundasi rerangka ke PABU. Akan tetapi dalam beberapa versi PABU, rerangka konseptual malah ditempatkan pada tingkat yang kurang autoritatif. Hal ini dikarenakan rerangka konseptual biasanya disusun setelah banyak standar akuntansi terbit. Selain itu,hal ini juga bertujuan agar publik tidak dapat begitu saja mengganti standar yang tidak sesuai dengan rerangka konseptual.

Bila proses perekayasaan telah selesai dan sudah diaplikasikan, PABU juga telah ditentukan, dan pelaporan keuangan juga telah berlangsung, maka pengertian dan teori akuntansi dapat digambarkan dalam suatu diagram yang disebut struktur akuntansi .

Hal penting yang digambarkan dalam strukutur akuntasi adalah fungsi auditor independen. Auditor independen ini berperan sebagai pengaudit apakan statemen keuangan telah sesuai dengan PABU, yang dalam hal ini ia harus memenuhi suatu standar yang disebt dengan standar pengauditan berterima umum (StaPBU). Dan adapun hasil dari audit tersebut akan dituangkan dalam suatu laporan auditor.

Nah.. cukup segini aja dulu yah...?? Udah berasap kah otaknya..??😅😅😅 Hahaha.. dikira konslet kali ya?😁😁 

And.. itu tadi lah teori akuntansi bab perekayasaan pelaporan keuangan.

Apa?? Kurang panjang????😱😱 
Mau yang lebih panjang bisa dibaca sendiri di bukunya yah...!!😂 

Dan masih seperti yang kemarin-kemarin, materi ini mimin rangkum dari buku Teori Akuntansi Perekayasaan Pelaporan Keuangan Edisi Ketiga yang ditulis Suwarjono, terbitan BPFE Yogyakarta.. Bukan promosi lo ya...😅 Cuma sekedar referensi aja...

Then... For the last... Thanks.. and see u next post..!!😄 👋👋

Wassalamu'alaikum Wr Wb....